by

Menghapus Kesenjangan di Pulau Terdepan

Keseriusan pemerintah dalam membangun negeri ini benar-benar dirasakan di seluruh provinsi, dari Sabang sampai Merauke. Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla seperti tak mengenal lelah dalam membangun dan membangun. Bermacam-macam segmen pun di kerjakan dengan serius.

Di Pulau Sumatera kita bisa melihat keseriusan pemerintah dengan dibangunnya jalan Lintas Umatera, dari Lampung  hingga Aceh. Pembangunan yang sudah dimulai ini diharapkan akan mempercepat akses transportasi warga yang tinggal di pulau Sumatera. Pembangunan harus dimulai, dan dikerjakan hingga selesai. berbagai jalan TOL sudah bisa kita jumpai di Sumatera saat ini. Sekarang Jalan TOL bukan dimonopoli oleh Pulau Jawa saja.

Bukan cuma Jalan TOL, transportasi laut pun sekarang sudah beroperasi di 15 rute, yang menghubungkan pulau-pulau terluar/terdepan di Indonesia melalui kapal secara periodik, sehingga masyarakat cukup terjamin untuk urusan transportasi laut. Untuk wilayah Sumatera justru menjadi prioritas utama TOL Laut, yaitu dengan Rute Teluk Bayur – P. Nias (Gn. Sitoli) – Mentawai (Sikakap) – P. Enggano – Bengkulu PP, yang dioperasikan oleh PT ASDP. Untuk pulau terdepan di sisi utara pun juga dilewati TOL laut, seperti Natuna, Sebatik, Tahuna, Morotai, Talaud, Biak. Juga deretan pulau terdepan yang berada di sisi Samudera Hindia juga tidak lepas dari jalur TOL Laut, mulai dari Merauke, Dobo, Saumlaki, Sabu, Waingapu dan banyak pulau lain yang dulunya tidak tersentuh layanan periodik kapal laut.

Selain sarana transportasi, pembangunan yang merata pun dilakukan di sektor komunikasi. Pemerintah mencanangkan Proyek Palapa Ring, sebuah proyek yang menghubungkan daerah-daerah di Indonesia yang belum tergarap oleh sektor swasta dengan koneksi fiber optik.  Proyek ini dipercayakan kepada BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan informatika)  yang merupakan unit organisasi noneselon di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). mempunyai tanggungjawab melaksanakan pengelolaan pembiayaan Kewajiban Pelayanan Universal dan penyediaan infrastruktur dan layanan telekomunikasi dan informatika. BAKTI adalah ujung tombak pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam mewujudkan Nawacita untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Seluruh program BAKTI dimaksudkan untuk menjangkau wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), sebagaimana salah satu strategi Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam mengurangi kesenjangan telekomunikasi

Proyek Palapa Ring terbagi menjadi tiga paket. Paket Barat sepanjang 2.275 kilometer yang dikerjakan oleh PT. Palapa Ring Barat telah mengerjakan 1730 km pemasangan jaringan fiber optik di laut, dan 545 kilometer jaringan darat. Proyek yang dimulai di 2016 ini saat ini sudah beroperasi,  Sedangkan untuk Paket Tengah sepanjang 2.995 kilometer yang dikerjakan oleh PT LEN Telekomunikasi Indonesia saat ini sedang memasuki proses akhir, karena hampir semua titik lokasi yang ditargetkan sudah selesai pemasangan jaringan fisiknya. Untuk Paket Timur PT Palapa Timur Telematika dipercaya BAKTI untuk mengerjakan 6.878 km jaringan fiber optik. Paket Timur terbentang dari Pulau Papua, Pulau Aru, hingga ke Nusa Tenggara, total melewati 16 Kabupaten/Kota.

Anang Latif, Direktur Utama BAKTI saat meninjau Terminal Station di Sangihe. 

Ini sebuah terobosan bagi dunia komunikasi di Indonesia, dimana lokasi-lokasi yang dulunya tidak tersentuh jaringan fiber optik oleh operator swasta, kini sudah dikerjakan oleh pemerintah dengan cepat. Seperti disampaikan oleh Anang Latif, Direktur Utama BAKTI, bahwa pemerintah mentargetkan seluruh proyek Palapa Ring bisa beroperasi maksimal di 2019. Sebuah hal yang dulunya adalah sekedar impian bagi masyarakat di luar Pulau Jawa. Mimpi itu kini jadi kenyataan.

Program Merdeka Sinyal di 2020 akan segera terealisasi, masayarakat Indonesia akan segera bisa menikmati sinyal yang merata, baik kualitas maupun harganya. Kesenjangan yang terjadi selama ini akan segera terhapus pelan-pelan. Bila saat ini harga kuota internet di Jawa dan di Sumatera / Sulawesi / Kalimantan / Papua berbeda, diharapkan ke depan harganya nyaris sama. Kita sangat ingat BBM satu harga pun yang dulunya adalah wacana sekarang sudah menjadi realita.

Melalui BAKTI pemerintah hadir untuk menghapus kesenjangan di pulau terdepan!

 

(AL*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed